GANTUNGAN KUNCI DARI TALI KASUR BERSAMA KOMUNITAS KANADITYA

Sabtu (1 September 2018) yang lalu, Komunitas Kanaditya mendapat jadwal rutin untuk menjadi Kakak Pengajar bagi anak-anak buruh suwun di pasar tradisional ex. Tiara Grosir, Denpasar – Bali. Hari itu, tidak banyak anak yang datang belajar di Kelas Pasar. Beberapa anak memilih untuk berkeliling menjajakan barang dagangannya yang berupa aksesoris atau ada urusan sehingga harus pulang kampung.

Sebelum acara inti, Forum Anak Denpasar yang juga hadir di Kelas Pasar pagi itu memberikan pelajaran tentang bahaya HIV Aids dan Narkoba pada anak-anak buruh suwun yang mendengarkan dengan serius.

Kak Retno Utami yang memimpin kelas ketrampilan hari itu mulai menyiapkan segala bahan untuk membuat gantungan kunci dari tali kasur, dibantu oleh para relawan lain seperti kak Nilma, kak Agung, kak Puspa, kak Yuli dan kak Vika. Bahan-bahan untuk membuat gantungan kunci kali ini ternyata mudah sekali didapatkan di toko yang menjual peralatan menjahit atau toko buku yang menjual bahan-bahan ketrampilan, seperti tali kasur, ring untuk gantungan kunci dan bola-bola kayu sebagai hiasan bentuk ’kepala’.

Anak-anak yang kebanyakan berusia 5 tahun hingga 12 tahun itu pun mulai serius belajar membuat gantungan kunci dari tali kasur dibantu oleh kak Retno dan para relawan.

”Kreasi gantungan kunci dari tali kasur ini bisa dijual. Tak hanya jadi gantungan kunci, seni tali kasur ini bisa dibuat menjadi bermacam kreasi seperti gelang dan sebagainya. Anak-anak bisa menyelesaikan satu gantungan kunci dalam waktu sekitar 10 menit,” tutur kak Retno yang kalem dan berkacamata ini.

Bagaimana reaksi anak-anak setelah mereka berhasil menyelesaikan satu kreasi?

”Mereka senang karena awalnya mereka berpikir ini pasti sulit membuatnya, tapi ternyata mudah ketika mereka sudah bisa dan paham tehniknya,” jelas kak Retno sambil jari-jemarinya tak berhenti mengikat sulur-sulur tali kasur di tangannya.

Kak Retno juga mengatakan bahwa ke depannya nanti Komunitas Kanaditya akan semakin menyesuaikan jenis ketrampilan yang diajarkan agar sesuai untuk anak usia 5 – 12 tahun dan bisa diikuti oleh semua anak.

”Kami akan membuat ketrampilan berkelompok supaya memupuk kerjasama dan rasa kesetiakawanan, seperti ketika lomba masak beberapa waktu lalu,” pungkas kak Retno, sang Activity Organizer yang mengatur acara hari itu.

Untuk info jadwal kegiatan, silakan ikuti Instagram @komunitaskanaditya atau hubungi kami melalui email: kanadityaa@gmail.com

 

Salam Kanaditya!

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *